Random Talks

Selamat pagi!

Sudah masuk tahun 2019, dan blog ini sudah terbengkalai lama banget. Barusan aku post tulisan aku waktu traveling ke Bali tahun 2017. Tulisan itu bukan aku tulis barusan, melainkan pas baru sampai dari liburan.

Begitu banyak cerita setelah setahun terlewati. Ya iyalah, seminggu saja sudah pasti banyak cerita, apalagi setahun. Pagi ini entah kenapa, tiba-tiba keinget punya blog. Asli loh, untungnya passwordnya masih inget. Begitu buka, eh, ada draft 2 tulisan tentang liburan ke Bali tahun 2017. Aku masih ingat kenapa masih bersemayam di draft, karena waktu itu aku mau nyusun foto-fotonya dulu. Sayangnya, laptop dan kamera aku kemalingan. Jadi foto-foto tersebut hilang ūüė¶

Pertengahan tahun 2017 sampai Februari 2018 aku, suami dan Zain pindah ke Bandung. Masih mengontrak sih waktu itu untungnya. Ketika kontrakanku kemalingan, aku langsung putuskan pindah saat itu juga. Iya, kembali ke rumah orang tua karena kami belum punya rumah sendiri. Rasanya sesak banget karena isi kamera dan laptop itu foto-foto kenangan dari Zain masih bayi, ulang tahun pertama, dan pas liburan ke Bali. Kesalnya tidak perlu ditanya lagi, dendam malah hahaha.. Tapi mau gimana lagi, bukan? Teman-teman bisa dengan enteng bilang “semoga bisa diganti dengan yang lebih baik lagi, ya”. Bukan itu yang aku mau, laptop dan kamera hanyalah alat. Aku sedih karena kenangan di dalamnya ikut hilang.

Jadi tulisan itu tetap ku-post sebagai kenang-kenangan walaupun tidak ada foto-fotonya. Lesson learnt: jangan suka menunda-nunda pekerjaan! Coba kalau tidak ditunda, mungkin setidaknya aku masih bisa lihat-lihat fotonya di blog huhuhu

Seperti biasa, tiap pergantian tahun aku nggak punya resolusi yang ambisius. Soalnya selama ini sudah ambisius banget dan kalau tidak kesampaian jadinya stres dan pusing sendiri. Tahun ini resolusiku mau lebih menjaga pola makan dan banyak olahraga karenaaaa badanku dulu tak begini T_T

Semoga tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya, entah lebih menjaga kesehatan, lebih produktif, lebih ikhlas menjalani peran sebagai istri dan ibu, lebih banyak menebar kebaikan, lebih menjaga ucapan untuk tidak nyinyir ataupun mengeluh, dan kebaikan-kebaikan lainnya. Ada Aamiin, sodara-sodara? ūüėÄ

Advertisements

Traveling with Toddler: Kamaputra goes to Seminyak, Bali 22-24 November 2017 (Part 2)

Hari 3 (22 November)

Kita sampai di Seminyak sekitar jam 12an. Tempat kita nginep di Taum Resort. Bagus hotelnya. Kolamnya yang kita suka banget karena luas dan ada kids poolnya. Taum Resort kids friendly dengan harga yang murah meriah. Penting banget nih.

Karena sampai Seminyak masih siang, kita memutuskan ke pantai terdekat which is Petitenget. Ini perdana Zain menginjakkan kaki di pantai. Pas pertama kali kakinya mendarat di pasir, doi nggak suka. Nangis minta gendong. Kita akalin langsung pakein baju renang dan bawa ke laut. Bener saja, dia bukan lagi kesenangan, tapi ketagihan. Lupa deh kalau tadinya nangis kena pasir.

Puas main-main di pantai, basuh sebentar di toilet umum lalu cabut cari makan. Kurangnya gini yah tiap tempat pariwisata: toiletnya. Sudah pasti banyak yang cebur-cebur di laut, coba bikin toilet yang bagus. ‘Kan toh bayar juga untuk masuk ke toiletnya.

Untuk makan siang, kita putuskan makan di¬†Biku.¬†Baca-baca review katanya dessertnya enak-enak. Tapi kita sekalian saja makan siang di situ. Kita pesan nasi campur dan Zain pesan fish n chips. Biku ini interiornya juga bagus sekali, yah. Aku suka banget liatnya. Nasi campurnya menurut aku,¬†sih,¬†biasa saja. Tapi cakenya, that’s another story. Aku pesan Chocolate cake, ini isinya mixed cokelat dan kopi dengan topping vanilla ice cream. Enak banget, beneran! Happy tummy, happy me hihi. Biku Kids friendly kah? Ada baby chair, so yeah, menurutku kids friendly ya. Servisnya juga bagus, aku sampai ngobrol-ngobrol sama waitressnya yang punya anak beda 2 bulan dengan Zain dan satpam yang ramah menyapa Zain dan cerita punya anak perempuan semua hihi.

Malamnya karena hujan (lagi-lagi), kami delivery Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku. Ini hasil random pesan via Go-Food, dan ternyata enak banget! Zain nggak makan ini, ya. Dia makan tempura gitu hasil pesan random juga. Ini anak emang lagi suka goreng-gorengan deh.

Hari 4 (23 November)

Hari ini terakhir sebelum besoknya balik ke Bandung hiks. Sudah rencana pingin nyobain Warung Mami Ikan Bakar di Uluwatu. Jauh banget dari Seminyak apalagi kita pakai motor dan jalanan cukup macet. Sebelum ke Warung Mami kita sempat keliling-keliling dulu ke Canggu. Tadinya suami mau mampir ke Deus, eh tokonya tutup ahaha ga jodoh. Dari Canggu ke Seminyak agak ngebut karena sudah gerimis. Sampai di Warung Mami pas jam 1 lewat sedikit dan tempatnya Alhamdulillah masih sepi. Kita langsung pesan di depan; ikan bakar, udang bakar, cah kangkung dan tentu saja kerangnya yang terkenal itu. Enak banget! Jujur ikannya sih biasa saja, udangnya lumayanlah, tapi kerang dan sambal matahnya itu loh, JUARA. Kita maunya sih makan di pinggir pantai Jimbaran, tapi kayaknya overpriced dengan rasa yang biasa aja. Di sini total damagenya 199 ribu saja dengan pesanan tadi plus 4 nasi putih dan 1 air mineral.

Kids friendly kah? Berhubung tempatnya warung beneran bukan warung ala-ala, jadi nggak ya, nggak kids friendly. Kamu harus akrobat makannya dengan satu tangan makan dan tangan lainnya megangin anak kecil yang nggak bisa diam sekaligus nyuapin. Kalau cuacanya panas, tempatnya bakal panas banget kayaknya. Kemarin pas ke sana lagi hujan jadi nggak panas banget. Tapi kalau nunggu hujan di sini juga nggak enak, jadi kita nyebrang deh ke Paletas Wey kedai es krim seberang jalan. Sebenarnya lagi-lagi random ke sini buat numpang ngadem dan nunggu hujan. Eh, ternyata es krimnya enak juga dan Zain bisa sekalian ganti popok mumpung tempatnya sepi cuma ada kita doang hahaha.

Balik lagi ke Seminyak, rencana mau ke La Plancha liat sunset walaupun dalam hati sangsi bakal kelihat secara cuacanya lagi jelek banget. Sampai Seminyak sekitar jam 4, suami ngajak nongkrong dulu. Akhirnya ke Revolver Coffee buat ngopi dan ngeteh. Sudah pasti aku yang ngopi, suami yang ngeteh. Aku pesan flat white dan suami pesan teh apa aku lupa yang spicy gitu. Overall ok sih sebenarnya, cuma beans buat flat whitenya di aku masi strong walaupun nggak terlalu asam. Baristanya juga enak diajak ngobrol soal beansnya apa, dan menjelaskan mereka roasting sendiri di Canggu.

Sudah mau jam 5, akhirnya kita cabut ke La Plancha. Kebetulan Zain sudah rewel banget kayaknya kecapekan. Begitu lihat pantai, dia langsung girang lagi. Aku duduk-duduk saja istirahat sementara suami nemenin Zain main air. Sayangnya, sekitar jam 6 kurang gerimis lagi. Sunset-an pun buyar hiks. Akhirnya daripada kelamaan di situ dan takut hujan bisa lebih deras lagi, kita pulang ke hotel hujan-hujanan dan delivery makan malam yang semuanya menurut aku rasanya nggak enak hahaha..

Hari 5 (24 November)

Sedih hari ini terakhir di Bali. Pagi sudah siap-siap packing dan mandi, turun ke bawah buat sarapan dan Zain nyemplung saja lagi dengan baju siap perginya. Hadeuhh.. Akhirnya habis sarapan, kita ke kamar dan mandiin dia lagi. Eh, habis mandi dia malah tidur. Pas sekitar jam 11 taksinya datang jemput dan kita ke bandara, deh.

Oia, di Bali susah banget ya mau mesen Uber atau Grab. Terutama di daerah Ubud. Di depan hotel kita di Seminyak juga ada larangan Uber/Grab gitu. Ya ampun, jaman sudah maju masih aja sikut-sikutan. Namanya rejeki itu nggak ke mana hey. Sebel aja, sih mau mudah jadi lebih repot. Kita sudah nyaman banget pakai transport online karena mudah banget dan nggak perlu nyari-nyari lagi plus nego harganya itu loh.

Bye Bali, sampai ketemu lagi and thank you for the memories.

Traveling with Toddler: Kamaputra goes to Ubud, Bali 21-22 November 2017 (Part 1)

Wow. Post terakhir tahun 2015 ya. Sungguh tahun kemarin aku dan suami sibuk banget.¬†We got a new member in the family!¬†Long story short, aku melahirkan tahun 2016 dan sampai anak kami setahun we practically can’t go anywhere. Kenapa? Karena kami memutuskan untuk mengurus anak kami sendiri tanpa bantuan baby sitter/ART. Untungnya kami berdua bekerja dari rumah, sehingga bisa akrobat antara kerja cari duit-kerja mengurus rumah-kerja mengasuh anak. Istirahat? Apa itu istirahat. Lol.

Setelah suami ada waktu luang sedikit (doi deadline terus tiap bulan dan waktunya pendek-pendek), akhirnya kita bisa liburan juga. Sayangnya bulan November sudah masuk musim hujan. Jadi pas sampai sana juga disambut hujan.

Kita ada waktu 5 hari di Bali, dan plan-nya seperti ini kurang lebih:

20-22 November : Ubud

22-24 November : Seminyak

Pertama ke Ubud dengan maksud ke daerah yang paling jauh dulu. Seminyak dipasang belakangan biar lebih dekat kalau mau ke bandara.

Di Ubud ngapain saja? Leyeh-leyeh, dong. Kebanyakan makannya. Kita nggak ambisius kali ini karena cukup sadar bawa balita yang harus dijaga dari moodnya sampai kesehatannya.

Hari 1 (20 November)

Sampai di Bali siang sekitar jam 12. Langsung makan siang dulu di bandara daripada pusing nyari tempat makan lagi. Setelah itu, pesan mobil ke Ubud. Sampai di Ubud sudah sore sekitar jam 4 atau setengah 5.

Kita nginap di Chili Ubud Cottage. Kamarnya sebenarnya bersih, cuma karena atapnya dari semacem ijuk gitu jadi banyak semut terbang dll. Kalau pagi, siap-siap liat pemandangan mayat-mayat semut. Penerangannya remang-remang, lampu kuning semua. Kalau perginya berdua saja sebenarnya tempatnya oke banget. Tapi karena bawa anak maunya lebih nyaman saja, apalagi kalau ada semut terbang. Takut gigit anak, kan. Kamar mandi cukup luas dan bersih, ada bath tubnya. Zain suka berendam soalnya. Servisnya nih paling aku suka. Waktu itu resepsionis nelfon nanya gimana kamarnya, aku bilang agak kotor dan dia langsung sigap ngirim orang buat bersihin. Helpful banget dan ramah luar biasa! Kita sempet takut aja sih dirasis-in mengingat banyak banget yang cerita dirasis-in sama orang Indonesia sendiri di Bali, tapi Alhamdulillah kita nggak mengalami sama sekali. Malah, ramah-ramah banget.

Oke lanjut cerita, begitu sampai Zain langsung aku ajak berenang karena dia sudah¬†happy banget liat kolam. Seenggaknya sempat nyebur main-main sampai jam 6 sore. Malamnya kita delivery pizza ke hotel. Sudah mager banget soalnya dan motor sewaan juga belum dapet. Nama pizzanya¬†Mamma mia Pizza¬†definitely must try Margherita pizzanya. Enaknya kebangetan! Bahkan, Zain juga lahap makannya. So, it’s Kamaputra’s approved!

Hari 2 (21 November)

Sejujurnya kita ngga ada plan mau ke mana-mana, akhirnya iseng saja ke Monkey Forest yang dekat sama hotel. Padahal, aku takut banget sama monyet. Tapi apa daya, suami pingin dan aku juga pingin Zain lihat monyet secara langsung bukan dari video saja.

Oia, kita cuma pakai carrier dan nggak bawa stroller ya. Maksudnya biar lebih ringkas saja. Nah, karena monkey forest ini agak luas, aku saranin buat yang bawa anak nggak usah jalan terlalu jauh. Di bagian depan monyet-monyetnya juga sudah banyak banget. Ada anak monyet iseng gelantungan di carriernya Zain tapi aku yang parno ahahaha.

Setelah puas main-main di Monkey Forest, jalan-jalan keliling dulu. Rencana mau cari makan siang, tapi kok masih agak kenyang dan Zain pun masih tidur. Akhirnya kita mampir ngemil gelato. Aku lupa nama kedai gelatonya apa karena random juga milihnya. Tapi enak juga apalagi setelah capek keliling Monkey Forest.

Habis ngemil gelato, kita cabut cari makan siang, di mana lagi selain Bebek Bengil pilihan suami. Ini orang emang rada kurang kreatif. Secara Bebek Bengil dan Bebek Tepi Sawah di Jakarta juga ada (mana mahal lagi hahaha). Tapi karena tempatnya bagus, dan Zain bisa istirahat, boleh deh. Ini juga bebek kesukaan Zain. Dia ada kali makan setengah ekor bebek aku suwir-suwirin. Laper, bro?¬†Dari segi tempat yang kids friendly, makanannya enak, dan servicenya pun bagus, maka¬†Bebek Bengil is¬†Kamaputra’s approved!

Setelah kenyang (dan Zain pup 2 kali di Bebek Bengil hahaha), kita memutuskan keliling-keliling random. Di motor Zain tidur (lagi), dan aku kasih ide ngopi ke suami. Akhirnya kita mampir ke Seniman Kopi. Aku pesan chai sementara suami pesan ginger tea. Aduh, enak banget deh. Apalagi di luar gerimis, nyeruput minuman hangat bikin mood enak dan happy banget. Tempatnya bagus, dan dijadikan coworking space dadakan sama bule-bule (yang kata suami sibuk bikin artikel click bait. Lol. Kidding). Di sini juga servisnya bagus banget. Kasir, waiter/waitress/baristanya ramah dan murah senyum. Pas banget setelah minuman kita habis, Zain kebangun. Dari pada doi cranky di kedai, kita sepakat pulang ke hotel buat bersih-bersih dan istirahat dulu.

Karena ini adalah malam terakhir kita di Ubud, kita udah rencana makan di luar. Pilihan jatuh ke Kebun Bistro. Kebun Bistro memiliki 2 menu yang berbeda siang dan malamnya. Kita pesen Duck Confit Penne, Grilled Chicken Breast dan tentu saja french fries buat jadi finger foodnya Zain. Benar, makanannya enak banget. Harganya pun lebih murah dari makan siang kita tadi (hahaha). Sayangnya, karena sudah jam tidurnya Zain, jadi doi rewel. Ini tempatnya romantis sekali. Interiornya cantik banget. Banyak yang pacaran di situ. Di tengah-tengah suasana romantis gitu, Zain heboh teriak-teriak jadi kita buru-buru makan dan cabut. Mereka nyediain baby chair, makanan juga enak, service bagus banget, tempatnya cantik, what could we ask for more?¬†Kebun Bistro definitely Kamaputra’s approved!

Hari 3 (22 November)

Kita berencana sampai di Seminyak siang biar cepet check-in dan explore daerah situ. Jadi dari pagi sudah siap-siap packing. Bye-bye, Ubud. Thank you for the memories!

 

ADVENTURE: BANDUNG TRIP 9-11 AGUSTUS 2015 (End)

Hari ini hari terakhir di Bandung. Jadi habis check out kita memutuskan buat jalan-jalan ke D’Ranch secara check outnya juga masi pagi. Iya, masih pakai motor sewaan itu dan bermodalkan gmaps secara gue jarang banget main ke D’Ranch, nggak seperti kakak gue yang tiap weekend suka ajak anak-anaknya kesana ūüėÄ

Tahu sendiri kan jalanan ke D’Ranch gimana. Agak-agak mendaki gitu. Karena kita adalah dua beruang sirkus yang pakai motor matic super mini, alhasil gue jadi korban laki gue: gue disuru turun tiap ada tanjakan gegara si motor ga kuat naik! Sial. Mana tiap ada orang lewat pada ngeliatin sambil cekikikan lagi -_- nasib

Tapi yang penting sampai sana disuguhkan pemandangan indah, udara bersih dan suasana yang nggak ramai seperti waktu weekend (ya iyalah kesana pas weekday gitu, ya sepi hihi)

DSCF0900 copyDSCF0913 copyDSCF0923 copyDSCF0935 copyDSCF0948 copy

Abis dari D’Ranch pas jalan turun ketemu resto kecil namanya Salse. Iseng aja cobain walaupun cuma minum-minum aja sekalian numpang sholat. Tempatnya lucu dan duduk-duduk disini emang enak karena masi di atas jadi udaranya sejuk banget. Seandainya Jakarta sesejuk ini T_T

DSCF0960 copyDSCF0961 copy

Lumayan ke Bandung walaupun cuma 3 hari secara mau nyobain jajan-jajan di tempat lainnya nggak keburu hehe. Kapan-kapan ke Bandung lagi tapi yang pasti bukan pas weekend lagi tentunya ūüôā

Adventure: Bandung Trip 9-11 Agustus 2015 (Part 2)

Hari ini jadwalnya mau ke Kawah Putih, Ciwidey. Karena perginya naik motor, jadi dari pagi-pagi banget sudah berangkat. Jalanan menuju Ciwidey cukup lancar dan sampai di sana pun nggak ramai. Mungkin karena memang bukan hari libur jadi sepi. Lebih enak lihatnya daripada waktu gue ke sana dulu sama keluarga, ramenya ampun-ampunan.

Kita juga nggak lama di sana, cuma lihat-lihat terus foto langsung naik. Karena sampainya juga sudah sore dan bau belerangnya menyengat banget bikin suami sesak nafas.

DSCF0780 copyDSCF0826 copyDSCF0834 copyDSCF0844 copyDSCF0850 copy

Balik dari sini sih lumayan encok secara pake motor. Gue lupa abis itu kita makan di mana, yang pasti malemnya karena gue pingin yang manis-manis akhirnya ke Sweet Belly yang nggak jauh dari hotel.

DSCF0867 copyDSCF0870 copyDSCF0875 copy

 

Adventure: Bandung Trip 9-11 Agustus 2015 (Part 1)

Kali ini gue mau cerita soal trip kami ke Bandung yang udah lawas juga,¬†which is di tahun 2015. Tapi ini berkesan sih, soalnya tidak lama balik dari sini gue dinyatakan hamil. Jadi, honeymoon-nya berhasil Alhamdulillah ūüėÄ

Trip kita kali ini bertepatan dengan our 1st wedding anniversary yang jatuh tanggal 10 Agustus. Karena tidak lama sebelumnya kami menghambur-hamburkan uang di Bali, jadi trip kali ini maunya sederhana saja yang penting berkesan *azik*

Kita berangkat ke Bandung dengan menggunakan travel karena kita belum memiliki mobil keluarga. Di Bandung kita sudah booking transport untuk berkeliling yaitu menggunakan motor matic sewaan. Ini dari awal gue udah wanti-wanti biar dapat motor matic yang cukup gede secara suami orangnya super gede. Apa daya sampai sana yang didapat motor jenis vario yang mungil seada-adanya *pasrah*.

Setelah serah terima kunci motor kita langsung check in ke hotel. Kita dapet best deal banget waktu itu di Noor Hotel. Suami gue emang jago soal nyari hotel/akomodasi yang lucu-lucu. Ini hotelnya bagus pisan dan wangi pula. Di awal kita tanda tangan perjanjian untuk tidak merokok di area (maupun di kamar) hotel, kalau tidak akan dikenakan sanksi. Okesip karena kita tidak ada yang merokok pun dengan senang hati tanda tangan.

DSCF0711 copyDSCF0712 copy

Karena sudah sore dan perut belum diisi, setelah menaruh tas-tas ransel kita pun cabut buat cari makan siang yang sudah kesorean. Setelah (seperti biasa) sibuk argumen mau makan di mana, akhirnya kita makan di Kambing Bakar Cairo. Tapi seinget gue, yang gue mau pesen itu sudah ludes jadi ya pesen sisa-sisaannya saja (dan gue masih laper). Agak sedikit kecewa sih, cuma mikirnya karena ini di Bandung, there are sooo many choices of tempat makan yang lebih enak jadi yaudahlah. Setelah mengisi perut kita pun keliling-keliling saja menikmati udara Bandung yang adem nggak panas seperti Jakarta (baca: shopping di outlet hahaha).

Sebelum balik ke hotel, kita memutuskan buat makan malam daripada sampai di hotel harus keluar lagi gue udah keburu mager. Karena si suami sudah ngidam ke Suis Butcher, berangkatlah kita kesana.

DSCF0723 copyDSCF0724 copy

Setelah perut kenyang hati senang, kita pun balik ke hotel karena sudah capek banget seharian di jalan. Lanjut ceritanya ke part 2 yah.

Noor Hotel

Address: Jl. Madura No.6, Citarum,
Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat

ADVENTURE: BALI 2015 PART 3-Danau Buyan

Ini sebenernya masi kelanjutan part 2 karena masih di hari yang sama. Cuma cerita tentang si Buyan ini bener2 berkesan buat gue karena kalo diinget2 bodoh aja gitu hahaha

Jadi abis dari pantai-yang-gue-gatau-namanya, kita sempetin makan dulu (sori, gue lupa lagi makan dimana). Kita udah book penginapan di daerah Buyan buat ortu gue karena kasian aja wis tuwek terus gue paksa2 camping kan ga lucu juga ya hihi.. Jadilah kita berancut sekitar jam 7 kesana. Kalo menilik2 google maps sih jaraknya cukup jauh tapi karena mikirnya ah tinggal anter ortu plus drop barang di hotel dan mau cabut lagi ke camping ground, jadi ga ngerasa kejar2an banget sama waktu.

Sambil jalan kita mampir dulu di mini market buat beli apalagi selain indomie yekan ga lupa kopi instannya juga sambil masi ceki2 maps.

Udah sampe nih di Buyan, tapi nyariin penginapan kita udah kayak nyari jarum diantara hutan belantara. Susah banget cyin! Ini emang ga bisa dipercaya si google maps. Udah susah sinyal, batere hp udah pada lowbat, jam-pun udah jam 12 malem. Muter2in tempat yang sama ada kali sampe 4x. Mau nanya ke rumah penduduk ga enak kan gedor2 rumah orang tengah malem mana disitu ga ada warkop dan tanda2 kehidupan. Pos satpampun tak ada inanggg~

Akhirnya pas lagi bengong2 di tempat, ada bapak2 keluar rumah. Adek gue langsung sigap nanya penginapan yang udah kita book. Bapak itu pun ga pernah denger nama penginapannya. Oke, nanya alamat kalo gitu. Si bapak ngasi tau kalo jalannya ternyata masi juaaauuuuhhh.. dan bener aja sodara sodaraaaa. jauh banget dari yang di tag di gmaps! Siapapun orang yang ngetag itu hotel di gmaps, bener2 deh ya kualat kalian huh.

Kesialan kami ga selesai sampe disitu. Sampe di penginapan yang bentuknya kayak rumah (gue sampe nyocokin dulu sama foto yang ada di Agoda), ga ada tanda2 kehidupan. Di ketok2 pagernya, salamlekum pun ga ada yang keluar. Mau bunyiin klakson ga enak kan udah jam 1an pagi. Akhirnya adek gue ngetok2 ke rumah samping dan dibantuin sama yang jaga rumah. Dan tahu kah kaliaannn, si ibu yang punya penginapan yang gue book ini bilang dia ga pernah publish homestay-nya di Agoda! And we’re like……*garuk2*….. kesel ga sih bwookk. Gue sih santai karna emang berencana nongkri di camping ground, tapi ga enak banget kan sama ortu. Akhirnya adek gue nelfon2in ke si Agoda, dan yang disana bilang Indonesia representativenya udah tutup jadi ga bisa ngurusin. DANG!

Kita pun berembug dan daripada ga dapet penginapan we decided buat bayar cash aja deh nginep disitu. Abis bersih2, naro barang2 dan pamitan sama ortu, berangcutlah kami bertiga (gue, suamik dan adek) ke camping ground dan berharap2 cemas masi dapet tenda ga ya tuh secara udah pagi buta gini.

Petualangan kami ga kelar sampe di urusan penginapan tadi justru nyari si camping ground lebih bodoh lagi. Bermodalkan (lagi2) gmaps yang udah nipu kita sebelumnya, gue pasrah ikutin jalan menuju camping ground yang ditunjukkin sama mang gmaps…dan berakhir di lapangan luas nan kosong yang ga ada orang satupun, cuma hutan belantara aja gitu sama si danau dengan kondisi suasana super gelap (ya iyalah mana ada lampu jalan di tengah hutan!) dan super dingin (gue ga nyangka bakal sedingin itu sih). Terus hape gue metong aja pas lagi setres2nya nyari dimanakah si camping ground berada. Adek gue matiin mesin mobil, dan sayup2 kita denger suara orang2 nyanyi2 yang asalnya berseberangan dari danau tempat kita bengong2. Mikir dong ya ada orang2 nyanyi=pasti pada camping!

Adek gue pun inisiatif mending nyari jalan sendiri ajalah, dan pake logika aja ngira2 seberangnya itu tepatnya dimananya. Di jalan gue sempet liat pos polisi sampe kepikiran loh mau nanya ke pak polisi hahaha abis gue gemes udah jam 2an ga sampe2! Suamik gue ga usah ditanya, dia mah sukses molor jadi cuma gue sama adek gue doang yang muter otak sambil jalan pelan pelaaaaan daaaaan gue ngebaca plang super dekil dan udah mau ilang tulisannya “Camping Ground Danau Buyan”. THANK YOU, HOLY GOD! Gimana coba mau baca itu plang. Papannya aja udah miring2 ga jelas, tulisannya udah kabur, dekil pula! Siaaaallll

Oke cus masuk gang yang ditunjukkin si papan dengan hati ceria. Pas mau masuk ga ada pos atau tanda2 orang yang jagain, akhirnya kita pasrah ga pake tenda dan duduk2 manis di batu2 aja sok stay cool padahal dari kepala sampe kaki udah kaku saking dinginnya! Ngangetin badan dengan masak2 bikin mie instan+ngopi2 cantik dan memandang iri ke tenda2 orang lain yang depannya pada pasang api unggun. Agenda kita sih moto2in bintang karena jujur viewnya spektakuler banget! You can see the milky way from here, gaes. Sayangnya gue ga bawa tripod juga, jadi ganjel2 kamera seadanya aja deh di batu yang penting indahnya terekam di memori kepala aja yak ahahaha

DSCF0522 copyDSCF0525 copy

Abis makan, suamik langsung kabur ke mobil dan bersiap molor (lagi) kukupan pake selimut tebel (emang dasar ye beruang madu kagak bisa banget luh idup dingin2 bentar!). Tinggal gue sama adek gue doang yang moto2 sampe semua orang yang di tenda pada tidur, dan kita masi melek sampe pagi dimana hawa pagi ternyata lebih dingin lagi daripada pas malem *hachoooo!*

IMG_0558 copyIMG_0563 copyIMG_0567 copyIMG_0574 copyIMG_0575_2 copyIMG_0604 copyIMG_0608 copy

Sekitar jam 7 atau 8 pagi akhirnya kita balik ke homestay dan baru sadar jalanan yang kita puter2in semalem itu ternyata kanan kirinya jurang maaannn!!

Terlepas dari kesialan2 kami, tempat ini worth to visit. Kalo ke pantainya kan udah biasa dong ya. Terus jangan sotoy kayak adek gue yang cuma celana pendekan doang, dikira ga dingin2 amat. Trust me, waktu itu dingin buanget! Atau mungkin kami yang sudah jompo, entahlah.

Anyway, soal homestay yang tadi, dari pihak Agoda dan booking.com (iya, mereka kerjasama) akhirnya confirm kalo booking-an gue ga diproses, jadi rekening aman ga terdebit otomatis. Keluarga yang punya homestay juga ramah banget dan untuk kamarnya sendiri view kamar yang ortu gue tempatin bagus, kamar mandi spacious ada air hangatnya juga dan bersih. Menyenangkan pokoke ūüôā

DSCF0544 copy

Setelah dari danau buyan, langsung ke pelabuhan buat nyebrang dan melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Tapi di Surabaya ga kemana-mana juga sih cuma ke rumah nenek doang.

Sekian perjalanan keluarga rempong. Lain kali gue mau balik lagi ke Bali cuma berdua aja sama si suamik yang ngerasa trip kali ini cuma bikin cape badan doang hahaha!

 

Made Homestay & Bungalow

Desa Munduk Banjar, Singaraja, Bedugul, Bali

Indonesia 81117